Jumat, 11 Agustus 2017

PILIH JERMAN, JEPANG ATAU INDONESIA?

Kebimbangan hati yang tak berujung membawa gue untuk menulis di blog ini setelah laaaammmaaaaa ga diisi sama curhat.

Jadi awalnya, gue beserta temen-temen sekelas lintas minat Geografi dapet penyuluhan tentang kuliah di Jerman dan Jepang kemaren. Dan gue langsung memutuskan kalo GUE HARUS KULIAH DI JERMAN APAPUN YANG TERJADI !!!!!

Bu Dewi, seorang lulusan sarjana psikolog, yang jadi guru BK di sekolah gue, mengatakan hal-hal yang menurut gue SUPER DUPER MENARIK tentang kuliah di Jerman. Gue ga akan ngumbar keuntungannya ya :") Disini cuma ada keluh kesah gue :")

Tadi pagi, gue bilang sama mama gue kalo gue pengen banget ke Jerman. Dalam menghadapi MEA nanti, lulusan dalam negeri akan berserakan di jalanan (jangankan nanti, lulusan almet kuning aja banyak yang jadi pengangguran sekarang *sorry) sedangkan banyak pekerja luar negeri yang berhamburan datang ke Indonesia, mencari pekerjaan, DAN DIBAYAR DENGAN DOLLAR.

MIRIS

KECEWA

KESEL

Di Indonesia belum ada universitas yang gratis. Universitas negeri itu harganya aja yang lebih murah. (Murah darimana!? Masuk almet kuning aja uang patoknya ratusan juta *sorrylaginih). Udah masuknya harus pinter, masuk SNMPTN (selama sekolah 5 semester nilainya harus rapih, tinggi-tinggi), ikut SBMPTN juga bayar (ini seleksi nasional yang mana nilai harus tinggi pula), ikut ujian masuk PTN pilihan (bayar, disuruh nilainya tinggi pula), DAN HAL-HAL DENGAN NILAI TINGGI DAN MEMBUTUHKAN BIAYA LAINNYA.
Padahal ini baru masuknya, belom lagi biaya ini itu.

Mendengar ini mama gue tetep kekeh kalo gue harus di Indonesia aja, kuliah dimana aja yang penting DEKET :")
Ma, aku dari TK nyari sekolah yang deket terus sampe SMA. Kalo kali ini aku ngikutin nyari univ yang deket rumah, mau jadi apa nanti? Diantara banyak pekerja luar negeri yang pada dateng? Univ di Indonesia tidak mengatur para lulusannya akan kerja dimana lho.. Mau luntang lantung setelah mengeluarkan ratusan juta HANYA untuk universitas itu?

Kali ini harapan gue buat belajar bahasa Jerman ada di Euro M. (Yg gratis itu) dan gue ga tau gimana lagi kalo mama ngga mau dateng pas pendaftaran :((

Rabu, 09 Agustus 2017

IDENTIFIKASI JAMUR KELOMPOK BIOLOGI

LAPORAN BIOLOGI











LAPORAN MENGENAI PRAKTIKUM BAKTERI DAN PROTISTA
Tujuan
Mengidentifikasi macam dan bentuk bakteri dan protozoa yang ada pada medium dengan menggunakan mikroskop cahaya.

Teori Singkat
Bakteri (dari kata Latinbacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara selprokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.
Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia. Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita. Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.
Protozoa secara umum dapat dijelaskan bahwa protozoa adalah berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi,Protozoa adalah hewan pertama.Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kadang-kadang antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Beberapa organisme mempunyai sifat antara algae dan protozoa. Sebagai contoh algae hijau Euglenophyta, selnya berflagela dan merupakan sel tunggal yang berklorofil, tetapi dapat mengalami kehilangan klorofil dan kemampuan untuk berfotosintesa. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya, beberapa ilmuwan memasukkannya ke dalam filum protozoa. Contohnya strain mutan algae genus Chlamydomonas yang tidak berklorofil, dapat dimasukkan ke dalam kelas Protozoa genus Polytoma. Hal ini merupakan contoh bagaimana sulitnya membedakan dengan tegas antara algae dan protozoa. Protozoa dibedakan dari prokariot karena ukurannya yang lebih besar, dan selnya eukariotik. Protozoa dibedakan dari algae karena tidak berklorofil, dibedakan dari jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk badan buah.


Alat dan Bahan
Bakteri
Bahan:
1.            -Kentang
2.           -Tomat
3.           -Kalduayam
4.           -Agar agar bubuk(warna transparan)
5.           -Methylen Blue

Alat:
1.            -Gelas kimia
2.           -Pembakar spirtus
3.           -Gunting
4.           -Sendok
5.           -Pengaduk
6.           -Kertas saringan
7.           -Mikroskop
8.           -Kaca preparat
9.           -Penjepit
10.        -Gelas plastik
11.          -Cawan petri
12.         -Pipet tetes

Cara Kerja
Bakteri
1.        Saring kaldu ayam dan letakkan di gelas kimia sebanyak 200 ml.
2.       Nyalakan pembakar spirtus, panaskan kaldu sampai mendidih.
3.       Dinginkan kaldu, masukkan agar-agar bubuk sebanyak 2 sendok makan kemudian aduk rata.
4.      Diamkan kaldu hingga tidak terlalu panas dan potong gelas plastik agar tidak terlalu tinggi.
5.       Tuang kaldu ke cawan petri dan gelas plastik.
6.      Diamkan kaldu selama seminggu di tempat terbuka.
7.       Busukkan tomat dan kentang selama seminggu.
8.      Setelah seminggu, ambil sedikit bagian yang masih kental(tidak dapat) dari kaldu, tomat, dan kentang yang sudah membusuk dan letakkan di kaca preparat.
9.      Teteskan methylen blue, bakar kaca preparat di atas pembakar spirtus dan cuci menggunakan air bersih.
10.    Amati bakteri yang ada menggunakan mikroskop.
Alat dan Bahan
Protozoa
Bahan:
1.            -Beras
2.           -Rumput kering
3.           -Air Tanah
4.           -Air Kolam/Sungai yang berwarna hijau

Alat:
1.            -Wadah
2.           -Kaca preparat
3.           -Mikroskop
4.           -Pipet tetes
5.           -Cover glass
Cara kerja
Protozoa
1.        Masukkan beras, rumput kering, dan air tanah ke dalam wadah. Diamkan selama seminggu.
2.       Setelah seminggu, letakkan air di atas kaca preparat dengan menggunakan pipet. Tutup dengan cover glass.
3.       Amati dengan menggunakan mikroskop.
4.      Lakukan hal yang sama terhadap air kolam.















Hasil Pengamatan

                              













Air rendaman jerami









Pembahasan
Bakteri
Pengecatan Gram merupakan salah satu teknik pengecatan yang dikerjakan di laboratorium mikrobiologi untuk kepentingan identifikasi mikroorganisme.  Morfologi mikroskopik mikroorganisme yang diperiksa dan sifatnya yang khas terhadap pengecatan tertentu (pengecatan Gram) dapat digunakan untuk identifikasi awal.
Proses pewarnaan gram harus menggunakan gelas obyek yang bersih. Pembersihan ini dilakukan supaya gelas obyek bebas lemak dan debu. Kultur bakteri murni diambil dan diratakan diatas kaca obyek. Pengambilan kultur bakteri tidak diambil terlalu banyak, karena jika terlalu banyak akan sulit diratakan dan apabila kultur bakteri tidak dapat diratakan tipis-tipis maka bakteri akan tertimbun hal ini akan mengakibatkan pemeriksaan bentuknya satu per satu menjadi tidak jelas.
Apabila sudah kering, dilakukan fiksasi dengan cara melewatkan diatas nyala api. Proses fiksasi dilakukan supaya bakteri benar-benar melekat pada kaca obyek sehingga olesan bakteri tidak akan terhapus apabila dilakukan pencucian. Yang perlu diperhatikan dalam proses fiksasi adalah bidang yang mengandung bakteri dijaga agar tidak terkena nyala api.
Setelah dilakukan fiksasi, kemudian kultur bakteri ditetesi dengan larutan gram methylene blue sebanyak 1-2 tetes dan dibiarkan selama 1 menit. Kemudian dicuci dengan air mengalir dan dibiarkan sampai kering dengan cara dianginkan dan menggunakan tissue untuk mengeringkan bagian bawah ojek gelas. Pencucian dengan air bertujuan untuk mengurangi kelebihan zat warna dari methylene blue.
Pemberian methylene blue pada bakteri gram positif akan meninggalkan warna biru. Perbedaan respon terhadap mekanis pewarnaan gram pada bakteri adalah didasarkan pada struktur dan komposisi dinding sel bakteri. Bakteri gram positif mengandung protein sedangkan bakteri gram negatif mengandung lemak dalam persentase yang lebih tinggi dan dinding selnya tipis.

PROTOZOA
Gagal. Kelompok kami gagal untuk praktikum ini. Kami juga belum mengetahui kesalahan pada praktikum protozoa ini. Mungkin masalahnya ada di mikroskop atau air rendaman yang belum mengandung protozoa.




Kesimpulan
Bakteri
1.           Pewarnaan gram digunakan untuk identifikasi dan klasifikasi bakteri. Komposisi dinding sel bakteri gram positif berbeda dengan bakteri gram negatif sehingga hasil pewarnaan gram akan berbeda.
2.           Bakteri gram positif adalah bakteri yang mempertahankan warna methylene blue sewaktu proses pewarnaan gram. Bakteri ini mempunyai lapisan peptidoglikan yang tebal.
3.           Bakteri gram negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan warna methylene blue sewaktu prose pewarnaan gram. Bakteri ini mempunyai lapisan peptidoglikan yang tipis.


Kamis, 13 Juli 2017

KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI THORNBURY

KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI THORNBURY:


1.    Proses-proses dan hukum fisika yang sama bekerja sekarang, bekerja pula pada waktu geologi yang, walaupun intensitasnya tidak sama seperti sekarang.
Prinsip ini dikenal dengan prinsip Uniformitarianisme yang dikemukakan oleh Hutton pada tahun 1785. Hutton berpikir bahwa “the present is the key to the past” dimana proses-proses geologi yang terjadi di masa lampau terjadi juga pada masa sekarang dengan intensitas yang sama. Namun seperti yang kita ketahui pada masa sekarang ini proses-proses geologi yang terjadi pada masa lampau tidak selalu terjadi dengan intensitas yang sama pada masa sekarang ini. Contohnya adalah Glasial yang lebih significant di jaman pleistosene daripada jaman sekarang ini.

2.      Struktur geologi merupakan factor pengontrol yang dominan dalam evolusi bentuk lahan dan struktur geologi dicerminkan oleh bentuk lahannya.
Konsep ini mengatakan bahwa faktor yang menyebabkan perbedaan pada bentang lahan adalah struktur geologi, proses-proses geomorfologi, dan tahap-tahap perkembangannya. Tetapi beberapa ahli geomorfologi sekarang ini meragukan tahap-tahap perkembangan  sebagai faktor pembeda bentang lahan namun tidak ada geologis yang meragukan betapa pentingnya struktur geologi dan proses geologi dalam pembentukan bentang lahan tersebut. Struktur geologi yang dimaksud adalah ciri-ciri dari batuan tersebut seperti; kehadiran kekar, lipatan, patahan, kekerasan dari unsur-unsur pokok mineral pembentuk batuan, dan ketahanan mineral terhadap perubahan kimia.  Struktur geologi juga dapat digunakan sebagai penunjuk stratigrafi atau hubungan antar strata batuan. Sedangkan proses geomorfologi dapat digunakan untuk menunjukkkan kekerasan dan ketahanan atau kelemahan dan ketidaktahanan batuan. Suatu batuan dapat tahan terhadap suatu proses namun tidak tahan terhadap terhadap proses lainnya. Iklim yang bervariasi dapat menyebabkan ketahanan yang berbeda-beda dari batuan.

3.      Relief terbentuk karena proses geomorfologi berjalan pada kecepatan yang berbeda.
Proses gradasi di permukaan bumi ini memiliki hasil yang berbeda-beda disebabkan karena sturktur dan litologi batuan yang terdapat di kerak bumi dan ketahanan terhadap proses gradasi. Perbedaan komposis dan struktu batuan tidak hanya bergantung pada variabilitas daerah geomorphic tetapi juga pada topografi local. Walaupun litologi dan struktur yang bervariasi merupakan factor utama yang berkontribusi terhadap diferensiasi dari permukaan bumi, mereka tidak berarti satu-satunya alasan mengapa proses geomorfik dalam batas yang sempit dapat berlangsung dengan tingkat yang berbeda-beda.

4.   Proses-proses geomorfologi meninggalkan bekas-bekas yang khusus pada bentuk lahan dan setiap proses geomorfologi akan membangun suatu karakteristik tertentu pada bentuk lahannya.
Daerah yang mempunyai struktur dan litologi yang sama, daerah tersebut akan menunjukkan perbedaan relief yang nyata. Contoh, dua bentuk lahan yang ekstrim yaitu bentuk lahan daerah perbukitan dan dataran banjir. Erosi yang terjadi di daerah perbukitan yang berlereng curam, menghasilkan gully erosion. Bentuk alur tersebut menunjukan bahwa telah terjadi penggerusan tanah oleh agen erosi (air) secara vertikal yang in-tensif akibat dari gerakan air limpasan yang cepat (energi tinggi) pada lereng yang curam. Sebaliknya, erosi di daerah yang relatif datar (yaitu daerah da-taran banjir) menghasilkan alur yang dangkal tetapi lebar, berkelok-kelok (po-la meander). Karakteristik itu menunjukan telah terjadinya erosi ke arah late-ral yang lebih dominan daripada yang ke arah vertikal. Jadi, proses geomorfik (dalam hal ini erosi) di kedua landform tersebut tetap membekas pada ben-tuk lahan yang terbentuk melalui proses itu.

5.   Akibat perbedaan tenaga erosi yang bekerja pada permukaan bumi, maka dihasilkan suatu urutan bentuk lahan yang mempunyai karakteristik tertentu pada masing-masing tahap perkembangannya.
konsep ini dapat menunjukan tingkat erosi, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk klasifikasi bentuklahan suatu daerah. Erosi oleh air limpasan akan menghasilkan bentuk lahan tempat terjadinya erosi, transportasi, dan deposisi pada posisi lereng yang teratur (berurutan). Erosi oleh angin menghasilkan bentuk lahan yang dicirikan oleh cekungan/ lembah dan gundukan/bukit partikel debu dan pasir dengan urutan sesuai dengan arah dan kecepatan agen erosi (angin). Kedua erosi dengan agen erosi yang berbeda tersebut dapat saja terjadi di daerah yang sama, jika di daerah itu pernah terjadi perubahan iklim yang ekstrim. Bentuk lahan yang dihasilkan oleh kerja dari kedua agen erosi itu akan tampak secara berurutan (sequential), sesuai dengan waktu kejadian dan intensitasnya.

6.  Evolusi geomorfik yang kompleks lebih umum terjadi dibandingkan dengan evolusi geomorfik yang sederhana
Perkembangan bentuk muka bumi umumnya sangat kompleks/rumit, jarang yang disebabkan oleh proses yang sederhana. Banyak kenampakan bentuklahan individual yang terbentuk oleh beberapa proses geomorfologi, dan sangat jarang ditemukan bentuklahan yang dicirikan oleh suatu proses geomorfik saja, meskipun kita dapat menunjukan suatu proses yang dominan. Misalnya, erosi, tekanan tektonik yang menghasilkan suatu patahan atau angkatan, terjadinya gempa, dan longsoran tanah, menghasilkan proses pembentukan dan perkembangan permukaan lahan yang kompleks. Proses landform yang kompleks itu lebih banyak dijumpai daripada yang sederhana. Implikasi dari kenyataan itu bahwa interpretasi yang tepat tentang kejadian alam dan hasil proses alami itu sangat sulit karena kompleksitasnya. 

7.     Hanya sedikit saja dari topografi permukaan bumi adalah lebih tua dari zaman Tersier, dan kebanyakan dari padanya tidak lebih dari zaman Pleistosen.
Diperkirakan bahwa setidaknya 90 persen permukaan tanah kita sekarang ini berkembang pada pasca tersier dan kemungkinan sebanyak 99 persen berkembang pada pertengahan pasca-miosen. Contohnya: Pegunungan Himalaya kemungkinan terlipat pertama kali pada kala kreataseous, kemudian pada kala eosen dan miosen. Kenampakan topografi dari Pegunungan Himalaya yang sekarang terbentuk pada kala pliosen dan topografinya yang lebih detil terbentuk pada kala pleistosen atau lebih muda. Masa tersier adalah 1,6 – 65 juta tahun yang lalu sebelum masehi (SM), sedangkan masa pleistosen adalah sekitar 1,6 juta tahun yang SM. Jadi, sebagian besar bentuk lahan yang ada sekarang jarang yang sangat tua, berdasarkan umur geologis. 

8.   Interpretasi secara tepat terhadap bentang lahan sekarang tidak mungkin dilakukan tanpa memperhatikan perubahan-perubahan iklim dan geologi selama masa Pleistosen.
Berkembangnya ilmu geologi mengatakan bahwa sebagian besar topografi di dunia merupakan perubahan geologi dan iklim selama kala Pleistosen yang memiliki efek luas pada topografi bumi saat ini. Glasial outwash dan material tiupan angin dari glacial yang diperluas ke daerah-daerah yang bukan glacial diperkirakan merupakan efek iklim. Tentu saja, di tengah garis lintang efek iklim terjadi secara mendalam. Ada bukti yang tak terbantahkan bahwa banyak daerah yang saat ini semi-kering memiliki iklim lembab selama usia glasial. Danau air tawar yang ada di banyak daerah saat ini memiliki drainase interior. Kita juga tahu bahwa banyak daerah sekarang memiliki suhu usia glasial yang ditemukan di bagian subarctic Amerika Utara dan Eurasia, di mana terdapat tanah yang permanen beku atau yang kemudian disebut dengan kondisi permafrost. Meskipun glasial mungkin peristiwa yang paling signifikan dari kala Pleistosen, kita tidak boleh melupakan fakta bahwa di banyak daerah yang dimulai selama kala Pliosen berlanjut sampai kala Pleistosen dan bahkan ke saat sekarang ini.

9.   Apresiasi iklim-iklim dunia amat perlu untuk mengetahui secara benar dari berbagai kepentingan didalam proses-proses geomorfologi yang berbeda.
Variasi iklim dapat mempengaruhi kinerja proses geomorfik baik langsung maupun tidak langsung. Pengaruh tidak langsung adalah terutama terkait dengan bagaimana iklim mempengaruhi jumlah, jenis dan distribusi nabati. Kontrol langsungnya adalah yang terkait dengan jumlah dan jenis curah hujan, intensitasnya, hubungan antara curah hujan dan penguapan, suhu harian, seberapa sering suhu turun di bawah titik beku, kedalaman penetrasi es, dan kecepatan dan arah angin. Namun demikian, factor iklim lain yang efeknya kurang jelas, seperti berapa lama tanah beku, frekuensi hujan deras yang turun, musim curah hujan maksimum, perbedaan antara kondisi di sisi angin dan bawah angin fitur topografi melintang terhadap kelembaban-bantalan angin, dan perubahan yang cepat dalam kondisi iklim dengan peningkatan ketinggian.

10. Walaupun geomorfologi menekankan terutama pada bentanglahan sekarang, namun untuk mempelajarinya secara maksimal perlu mempelajari sejarah perkembangannya.

Geomorfologi mempelajari terutama tentang asal-usul dari kehadiran bentang lahan tetapi kebanyakan bentang lahan yang ada sekarang terbentuk pada zaman atau periode geologi sebelumnya. Seorang Ahli Geomorfologi dengan demikian dipaksa untuk mengadopsi pendekatan historis jika ia ingin menafsirkan dengan benar sejarah geomorfik suatu daerah. Sifat historis geomorfologi diakui oleh Bryan (1941) ketika ia menyatakan: "Jika bentang alam adalah semata-mata hasil dari proses sekarang saat ini, tidak akan ada alasan untuk pemisahan studi bentang lahan sebagai bidang yang berbeda dari Dinamika Geologi. Perbedaan penting adalah pengakuan dari bentang alam atau sisa-sisa bentang alam yang dihasilkan oleh proses yang tidak lagi terjadi  sekarang.

SILABUS SOAL-SOAL OLIMPIADE ASTRONOMI TINGKAT SMA

SILABUS SOAL-SOAL OLIMPIADE ASTRONOMI TINGKAT SMA

Catatan :
Semua materi dalam silabus ini bisa keluar dalam OSK, OSP dan OSN, hanya saja tingkat kesulitannya yang berbeda


RINCIAN MATERI

1.      Mekanika Benda Langit
1)      Hukum Kepler
ð  Dapat menjelaskan tentang bentuk orbit dan gerak benda langit dalam orbit
ð  Hubungan periode orbit dan jarak benda langit terhadap titik pusat massa
2)      Hukum Gravitasi Newton
ð  Dapat menjelaskan tentang gerak benda langit melalui interaksi gaya tarik menarik Newton
ð  Dapat menjelaskan tentang hukum kekekalan energi
ð  Pasang surut
ð  Dapat menurunkan gaya pasang surut dan keterkaitannya dengan fase bulan
3)      Aplikasi hukum Newton
ð  Gerak dan lintasan planet, asteroid, komet dan satelit buatan

2.      Radiasi Elektromagnet
1)      Hukum Radiasi
ð  Dapat menjelaskan pengaruh jarak terhadap kuat cahaya
ð  Memahami proses pelemahan dan penguatan cahaya benda langit
2)      Benda Hitam
ð  Dapat menjelaskan konsep penyerapan dan pelepasan energi
ð  Memahami konsep matahari atau planet sebagai sebuah model benda hitam
3)      Spektrum Elektromagnet
ð  Mengenal pembagian kelas spektrum
ð  Konsep pembangkitan energi
ð  Dapat menjelaskan kenapa matahari dan bintang dapat bersinar dalam tempo milyaran tahun

3.      Bola langit
1)      Konsep dasar segitiga bola (beda segitiga bola dan segitiga datar)
ð  Mengenal persyaratan segitiga pada permukaan bola yagn dinamakan segitiga bola
ð  Dapat membedakan persyaratan segitiga bidang datar dan segitiga bola
2)      Tata Koordinat Astronomi
ð  Mengenal konsep bola langit, lingkaran besar dan lingkaran kecil
ð  Mengenal definisi kutub lingkar besar
ð  Mengenal sistem koordinat geografis dalam bola Bumi (lintang dan bujur sebuah tempat)
ð  Dapat menjelaskan secara kualitatif sistem koordinat horizon
ð  Dapat menjelaskan secara kualitatif sistem koordinat ekliptika
3)      Pengertian ekuinok
ð  Dapat menjelaskan kedudukan titik ekuinok pada bola langit
ð  Dapat menjelaskan kedudukan tahunan Matahari pada saat di arah titik Vernal dan autumnal ekunok, titik balik musim panas dan titik balik musim dingin, implikasinya pada lama siang dan malam, panjangnya cahaya senja dan fajar astronomi.
4)      Konstelasi dan Zodiak
ð  Dapat mengenal rasi bintang yagn terletak pada ekliptika dan daerah langit lainnya
ð  Mengenal fungsi beberapa rasi bintang untuk navigasi
ð  Mengenal fungsi beberapa rasi bintang untuk bercocok tanam
5)      Obyek langit dengan kondisi Circumpolar
ð  Dapat menjelaskan benda-benda langit yang tidak terbit dan terbenam dari suatu tempat di permukaan bola bumi

4.      Konsep waktu dan kalender
1)      Waktu Matahari
ð  Dapat menjelaskan konsep waktu matahari rata-rata
ð  Dapat menjelaskan perbedaan jam matahari saat matahari berada di meridian pengamat (akibat orbit bumi berbentuk elips dan sudut kemiringan ekliptika)
2)      Waktu Sideris / Jam Bintang
ð  Dapat menjelaskan konsep waktu berdasarkan posisi  bintang
ð  Memahami beda waktu sideris dan waktu matahari rata-rata
ð  Kalender surya (Julian dan Gregorian)
ð  Dapat menjelaskan perbedaan kalender Julian dan Gregorian
ð  Dapat menjelaskan definisi satu tahun tropis
ð  Julian Date atau Julian Day
ð  Dapat menjelaskan konsep penjumlahan hari matahari rata-rata sejak 1 Januari 4713 SM jam 12 GMT
3)      Kalender Bulan (Kalender Hijriah)
ð  Dapat menjelaskan beda interval waktu periode sinodis dan sideris bulan
ð  Dapat menjelaskan aturan kalender bulan Hijriah

5.      Tatasurya
1)      Matahari (sebagai pusat Tatasurya)
ð  Dapat menjelaskan alasan matahari menjadi pusat gaya sentral anggota tatasurya
ð  Dapat menjelaskan matahari sebagai sumber energi radiasi dalam tatasurya
2)      Komponen Tatasurya (Planet, Komet, Asteroid, Materi antar Planet)
ð  Mengenal fisik komponen tatasurya
ð  Dapat menjelaskan kualitatif asal mula pembentukan komponen tatasurya : Planet, Komet, Asteroid, Materi antar planet
3)      Periode Sideris dan Sinodis Planet
ð  Dapat menjelaskan periode sideris dan sinodis planet
ð  Posisi penting planet, misalnya oposisi, elongasi barat dan timur
4)      Teori Pembentukan Tatasurya
ð  Dapat menjelaskan secara kualitatif teori pembentukan tatasurya

6.      Sistem Bumi-Bulan-Matahari
1)      Fase bulan dan Hilal
ð  Dapat menjelaskan fasa-fasa bulan
2)      Periode Sideris dan Sinodis Bulan
ð  Dapat menjelaskan periode sideris dan sinodis bulan
3)      Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari
ð  Dapat menjelaskan jenis gerhana bulan dan gerhana matahari
ð  Dapat mendeskripsikan geometri bayang-bayang (umbra, penumbra, antumbra, dll.)
4)      Musim di Planet Bumi
ð  Dapat menjelaskan pengaruh kedudukan tahunan matahari terhadap musim
5)      Aurora
ð  Mengenal kutub sumbu rotasi dan kutub medan magnet bumi
ð  Dapat menjelaskan peristiwa terjadinya aurora di belahan langit utara atau selatan dan kaitannya dengan aktibitas matahari
6)      Meteor Shower (Hujan Meteor)
ð  Dapat menjelaskan peristiwa terjadinya hujan meteor dan keterkaitannya dengan orbit bumi

7.      Bintang
1)      Jarak
ð  Dapat menjelaskan tentang satuan/unit jarak ke benda langit (SA, parsek, TC, dll)
2)      Magnitudo
ð  Mengenal skala terang absolut dan skala terang semu
ð  Dapat menjelaskan hubungan antara terang bintang dan jaraknya
3)      Warna
ð  Dapat menjelaskan hubungan warna bintang dengan temperatur permukaannya
ð  Mengenal konsep pemerahan warna bintang oleh materi antar bintang
4)      Daya (Luminositas)
ð  Mengenal ragam daya bintang
ð  Dapat menjelaskan hubungan kecerlangan bolometrik absolut bintand dengan kelas spektrum
5)      Temperatur
ð  Dapat menjelaskan perbedaan termperatur kecerlangan, temperatur warna dan temperatur efektif
6)      Radius
ð  Dapat menjelaskan ragam hubungan antara radius dengan kecerlangan bintang
7)      Diagram Hertzprung-Russel
ð  Dapat menjelaskan kedudukan kelompok bintang dalam diagram Hertzprung-Russel
ð  Dapat menjelaskan keterkaitan antara bintang pada deret utama dengan bintang raksasa, bintang maha raksasa dan bintang katai putih
8)      Evolusi Bintang
ð  Dapat menjelaskan perjalanan kehidupan sebuah bintang sejak dilahirkan dalam awan debu hingga mencapai tahap akhir kehidupannya
ð  Dapat menjelaskan keterkaitan massa bintang dan juga posisinya dalam diagram HR menurut teori evolusi bintang
9)      Bintang Ganda
ð  Dapat mendeskripsikan berbagai jenis bintang ganda dan ciri-cirinya dalam pengamatan
ð  Dapat menganalisis gerakan bintang ganda berdasarkan Hukum Kepler, hukum Newton, konsep fotometri dan konsep spektrometri
ð  Dapat menjelaskan tahapan evolusi dari bintang ganda

8.      Teleskop sebagai kolektor gelombang elektromagnetik
1)      Cara kerja teleskop
2)      Jenis-jenis Teleskop
ð  Berdasarkan kolektor utamanya
ð  Berdasarkan susunan lensa/cerminnya
ð  Berdasarkan jenis gelombang elektromagnetik yang dikumpulkan
ð  Berdasarkan letaknya
ð  Berdasarkan sistem mountingnya
3)      Cacat yang terjadi pada teleskop
4)      Besaran-besaran mendasar teleskop
5)      Perawatan teleskop

9.      Galaksi dan Kosmologi Dasar
1)      Bimasakti
ð  Dapat menjelaskan kedudukan dan gerak matahari di dalam galaksi
ð  Mengenal struktur galaksi (piringan/disk, Bulge, Halo, Lengan Spiral, dll.)
ð  Mengenal komponen galaksi (materi antar bintang, bintang muda, bintang tua, dll)
2)      Penentuan jarak
ð  Dapat menjelaskan berbagai cara penentuan jarak di alam semesta beserta rentang jarak yang dapat dijangkaunya
3)      Ekstragalaksi
ð  Dapat menjelaskan ragam galaksi (spiral, eliptikal dan iregular)
4)      Gugus Galaksi
ð  Dapat mengenal gugus lokal dan gugus lainnya di alam semesta
5)      Hukum Hubble
ð  Dapat menjelaskan fenomena menjauh dan mendekatnya galaksi
6)      Teori Big Bang
ð  Dapat menjelaskan asal mula terbentuknya jagad raya berdasarkan teori Big Bang